UAS - Pengolahan Citra Digital

 

Nama    : Muhammad Faisal Difan

NIM       : 24040023

Kelas     : R1-3A


1. Jelaskan Kegunaan Perintah Dibawah Ini

  1. Line: Untuk membuat garis lurus.
  2. Offset: Untuk membuat salinan garis dengan bentuk yang sejajar pada Jarak tertentu.
  3. Extend: Untuk memperpanjang atau menyambungkan sebuah garis sampai menyentuh garis lainnya.
  4. Trim: Untuk memotong atau menghapus garis berlebih
  5. Fillet: Untuk membuat sudut yang tajam menjadi melengkung
  6. Copy: Untuk menyalin atau menggandakan objek
  7. Move: Untuk memindahkan objek
  8. Mtext: Untuk membuat teks yang terdiri dari banyakk baris dalam satu objek
  9. Hatch: Untuk mengisi sebuah area dengan pola arsiran
  10. Mirror: Untuk mencerminkan objek dengan gambar yang terbalik yang sama persis
  11. Chamfer: Untuk membuat sudut yang tajam menjadi miring 
  12. Circle: Untuk membuat lingkaran
  13. Array: Untuk memperbanyak objek secara otomatis dengan pola yang rapih
  14. Dimstyle: Utuk mengatur gaya tulisan, ukuran, garis, dan warna pada gambar
  15. Arc: Untuk membuat garis melengkung atau busur
  16. Leader: Untuk membuat garis penunjuk yang menghubungkakn sebuah keterangan teks ke suatu objek pada gambar
  17. Linetype: Untuk mengubah gaya visual sebuah garis


2. Buatkan ringkasan dari buku referensi Pengolahan Citra Digital karya Priyanto Hidayatulloh


Dasar-Dasar dan Pembentukan Citra

Bab 1 dan Bab 2 memberikan pemahaman awal mengenai definisi Pengolahan Citra Digital (PCD) serta perbedaannya dengan disiplin ilmu lain seperti Grafika Komputer. Bagian ini menjelaskan bahwa PCD bertujuan untuk meningkatkan kualitas gambar atau mengambil informasi tertentu agar bisa dimengerti oleh mesin. Dijelaskan pula proses bagaimana sebuah gambar ditangkap oleh sensor kamera dan diubah menjadi data digital melalui tahap sampling dan kuantisasi, yang prinsip kerjanya menyerupai mekanisme mata manusia saat melihat cahaya.


Representasi dan Operasi Dasar

Bab 3 dan Bab 4 membahas teknis bagaimana gambar disimpan sebagai kumpulan angka di dalam matriks. Setiap angka tersebut mewakili intensitas warna pada titik terkecil yang disebut piksel. Selanjutnya, dipaparkan berbagai operasi dasar untuk memanipulasi piksel tersebut, seperti proses penggeseran posisi gambar, pemutaran, hingga operasi matematika sederhana seperti penjumlahan dua gambar untuk mendapatkan efek tertentu.


Perbaikan Kualitas dan Analisis Statistik

Bab 5, Bab 8, dan Bab 14 berfokus pada cara meningkatkan kejelasan sebuah gambar. Penggunaan histogram dijelaskan sebagai alat untuk menganalisis distribusi warna, sehingga gambar yang terlalu gelap atau terlalu terang dapat diseimbangkan secara otomatis. Teknik perbaikan citra digunakan untuk menghilangkan gangguan (noise) agar informasi penting lebih menonjol. Selain itu, dibahas pula mengenai teknik pemampatan citra guna mengecilkan ukuran file agar lebih efisien saat disimpan atau dikirim melalui internet.


Teknik Filter dan Transformasi

Bab 6 dan Bab 7 memperkenalkan teknik konvolusi, yaitu metode penggunaan "masker" atau kernel untuk mengubah karakteristik gambar, seperti memberikan efek blur atau menajamkan detail yang samar. Terdapat pula pembahasan mengenai Transformasi Fourier yang memindahkan pengolahan gambar dari koordinat biasa ke frekuensi. Teknik ini sangat berguna untuk menyaring gangguan berpola yang sulit diatasi dengan metode pemrosesan biasa.


Morfologi dan Deteksi Objek

Bab 9, Bab 10, dan Bab 11 mengulas cara mengolah bentuk dan garis. Teknik morfologi digunakan untuk membersihkan bagian kecil yang mengganggu atau menyambung garis yang terputus pada gambar hitam-putih. Langkah ini dilanjutkan dengan pendeteksian tepi untuk memisahkan objek dari latar belakangnya. Setelah tepi ditemukan, sistem dapat mengenali kontur dan bentuk objek tersebut, misalnya untuk membedakan antara bentuk kotak, lingkaran, atau bentuk lainnya.


Warna dan Analisis Tekstur

Bab 12 dan Bab 13 mendalami bagaimana komputer mengenali warna dan pola permukaan. Selain model warna standar, dijelaskan model warna lain yang lebih tahan terhadap perubahan cahaya. Analisis tekstur juga dipelajari agar mesin mampu membedakan objek bukan hanya dari warnanya, tetapi juga dari kekasaran atau kehalusan polanya, seperti membedakan antara permukaan kayu, kain, atau batu.


Aplikasi Cerdas dan Pelacakan

Bab 15 dan Bab 16 merupakan penerapan tingkat lanjut untuk membuat sistem yang cerdas. Pembahasan mencakup cara membangun sistem OCR yang mampu membaca tulisan dari sebuah foto dokumen secara otomatis. Selain itu, dijelaskan pula cara kerja pelacakan objek dalam video, di mana komputer dapat mengikuti pergerakan sebuah benda dari satu bingkai ke bingkai berikutnya, yang sering diaplikasikan pada sistem keamanan pintar.


Bidang Medis dan Implementasi OpenCV

Bab 17 dan Bab 18 menutup buku ini dengan studi kasus dan panduan praktik. Di bidang medis, pengolahan citra digunakan untuk membantu analisis hasil foto Rontgen atau MRI guna mendeteksi penyakit di dalam tubuh. Sebagai penutup, diberikan panduan teknis mengenai penggunaan pustaka OpenCV agar pembaca dapat langsung mempraktikkan semua teori yang telah dipelajari menggunakan bahasa pemrograman komputer.


3. Gambarlah gambar dibawah ini beserta dengan dimensinya





Komentar